Sabtu, 07 Maret 2009

Catatan langkahku dua tahun silam…

Akhir 2007, menjelang masa tugas di jambi selesai…
Alhamdulillah sebentar lagi hutangku dalam menempuh masa bakti dokter spesialis di provinsi jambi sudah selesai.. Paripurna sudah masa wajibku.
Trus sahabatku bertanya, what’s next chan?
Langsung sekolah?... Hhhhm… mana mungkin, uang tabungan hancur berantakan… kan pulang fellow di jepang, ilmu ada di kepala, tabungan mah melayang..
Itu hot topic for us…. A-B-C-D-E yang ditugaskan di jambi.
Stand for:
A= Amanda
B= Badai
C= Chandra
D= Dicky
E= Eko

Trus… mas eko exit duluan, ninggalin kami adik2nya survive di bumi “satu koto Sembilan lurah”…
Kobal sahabatku bilang, Chan ada info dari webblog dr.Erik Tapan, ada open recruitment untuk dokter umum dan dokter spesialis di kabupaten Musi Banyuasin, untuk di tempatkan di RSUD.Sekayu.
Kami langsung komentar…
“Sekayu? Negara mana tuh”
Secara kami tinggal di provinsi jambi yang ternyata berbatasan langsung dengan provinsi sumatera selatan, tepatnya ya pada kabupaten musi banyuasin (muba) yang tetanggaan denga kabupaten Batanghari.
Selama di RSU. Raden Mattaher, Jambi sih kami sering mendapati pasien yang berasal dari desa bayung lincir (bali), desa sungai lilin…. Tapi kami tidak pernah terbayang bahwa daerah tersebut sudah masuk dalam wilayah sumsel..
Saat itu, ke Palembang pun kami belum pernah, kecuali mas eko, karena dia orang asli Palembang.
Trus kami mulai Tanya di sejawat di IDI wilayah dll…
Mayoritas berita sekayu :
“Mati dem asal top!”
Walah!!!! Gubraaakk!!!!
Apalagi ini, dibilang pusat produsen preman, daerah rawan, hati2… pikir beribu kali kalo mau kesana,.. kalo kesana tolong usahakan siang hari… banyak rampok… dll.
Ada juga yang bilang, lagi ada kampanye pilkada gubernur sumsel, itu tu, bupati sekayu namanya pak Alex Nurdin mau nyalonin diri jadi gubernur…
Trus kita nyeletuk, waah… masa di jambi kami dibawah pemerintahan gubernur bapak zulkifli nurdin, trus mau pindah ke pak alex nurdin…
Traveling from nurdin to nurdin… hehehe, itu hanya sekilas lalu…
Trus kobal kasih email, trus di milis dokter Indonesia juga ada open email tentang recruitment tenaga medis RSUD.Sekayu.
Dibilang kirim surat lamaran & cv ke dr.Makson Parulian Purba,MARS trus ntar akan dihubungi oleh beliau atau dr.Frans Abednego Barus,SpP.
Udah deh, disitu dikasih tahu kalo gaji fulltimer dokter umum 5juta, dokter spesialis 10juta dilengkapi dengan fasilitas.
Iseng kami send email , trus further more, Chan&Amanda dikontak sama dr.Frans, ternyat mereka memang senior2 kami waktu PPDS, alumni UI, jadi ya nyaman2 aja nyambung komunikasinya…
Trus waktu ke Jakarta, chan di telp dr.Makson, beliau fasilitatif banget sih, telpnya waktu chan lagi ada rapat di RSCM trus beliau bilang setting ketemu untuk diskusi tentang pelayanan rehabilitasi medik di sekayu.
Chan undang aja beliau datang berkunjung ke departemen rehabilitasi medik RSCM, dengan seijin kepala departemen saya, dr.Wanarani Aries,SpRM (bunda Winny).
Ehhhh, beliau diundang hari ini, trus bilang akan ke Jakarta besok pagi segera setelah dapat tiket pesawat.
Whuaaaah, serius niy…
Beneran, besok paginya, jam9an beliau sudah datang ke gedung rehabilitasi medik RSCM lantai 3, lalu tur keliling gedung lantai 5 sampai dengan fasilitas hidroterapi dan bengkel orthosis-prothesis, termasuk sempat menyaksikan proses pembuatan kaki palsu “live”.
Ternyata kata asisten beliau… dini hari, beliau nyetir sendiri dari sekayu ke Palembang yang menempuh waktu sekitar 3 jam, langsung ke bandara untuk onsite beli tiket penerbangan pertama ke Jakarta.
Busyet, niy orang… untung aja dapat tiket. Pan dadakan repot banget.
Trus dr.Makson bilang, oke dr.Chan gimana, kapan berkunjung ke sekayu, untuk lihat fasilitas dll, Silahkan berkunjung, akan kami tunggu.
Thanks dok, nanti chan koordinasi dulu dengan dr.Amanda, sahabatku, SpS, yang jadi soulmate ku selama road-tour di bumi sumatera…
Waktu berselang, …
Lalu Chan+Manda berkunjung ke Sekayu dengan persiapan hati, don’t panic karena menurut petuah para datuk di jambi, wong muba keras, kasar, dll…
Ternyata sampai disana..
Sekayu seperti Atlantis…
The Lost city inside a rural jungle….
Padahal sempet frustasi, jalan dari bajubang, tempino, bayung lencir… jeleeeeeeek banget, lubang segedhe dinosaurus….
Waduh, pasti pak gubernur gak pernah lewat sini!!!!
Sempet lihat truk sawit terguling trus terjadi ujan sawit yang menghambur kemana-mana…
Mana neng manda pake acara mau turun mobil megang sawit pula! Ampyun deh ;) Secar deg2an pula, karena kami pake Avanza biru telur bebek, mobil dinas andalan dr.Budi, SpOG yang tugas di RSUD.HAMKA (Haji Abdul Majid Batoe), Muaro Bulian, kabupaten Batanghari, alias tetangga manda, yang baiiiiiik banget… karena minjemin mobil plus supirnya.
Subhanallah, Allah SWT yang akan melimpahkan rizki & rahmat NYA untuk dr.Budi dan keluarga. Amin.

Finally, we arrive at Sekayu.
Dr.Makson telp waktu kami sampai di tembusan Bailangu, Epil, Lais..etc
Ternyata ada jalan tembus di sebelum jembatan sungai lilin tapi kami gak tahu,hehehe.
Trus kami diminta menghubungi sekretaris beliau, yang kedengarannya sih namanya mbak Fatimah…
Ternyata setelah sampai RSUD.Sekayu, nama beliau adalah Novita ;)
Hehehe, abis deh chan diprotes Amanda…
Sekayu tur dimulai, Chan diajak keliling semua ruangan, termasuk ke unit rehabilitasi medik dan ketemu Hero lagi ngorok di atas meja traksi, mbak sri lagi di atas matras momong bayi nya mbak wulan…
Ini RS atau Perumnas ya… hahaha, I never ever seen this kind of view…
Ini gara2 unit rehab gakpernah ada or teramat sangat jarang pasien, begitu kata mbak Fatimah ehhhh novita…
(Tenang, batin chan bilang, akan gue bikin rame bgt sampai semua gak ada yang istirahat. Hehehe, hal itu terbukti lho 2bulan kemudian Hero mengurus, mbak sibuk… anyway, chan sayang mereka karena ini keluargaku di sekayu, teman sinergiku dalam bekerja).
Kami sempat juga lihat pasien Rohsan yang amputee di Palembang, tapi minta rawat dengan dr.Abu, SpB di Sekayu karena dia tahu banyak program gratisan di sekayu karena ada Askes Muba, yang dipromosikan pak Alex untuk program kesehatan gratis rakyat muba. Pasien ini tinggal di Lalan, dekat dengan batas wilayah suku anak dalam , prov.jambi.
Dr.Makson, tanya saya tentang kemungkinan prosthesisnya.
Trus ketemu dr.Makson dikantor, trus beliau ajak kami keliling kota sekayu, traktir makan di restoran DMS, pamerin ke kami mall satu2nya seantero sekayu, lengkap dengan atm mandirinya.
Lalu kami istirahat di rumah beliau, ketemu dr.Sisca istri dr.Makson, lengkap dengan krucil2nya…
Trus beliau balik tanya kapan kami siap ke sekayu, mereka menunggu.
Balik ke Jambi, kami dikawal oleh dr.Makson&pak ipul, beliau nyetir sendiri.

Hhhhm, Chan+Manda diskusi….
Direkturnya fasilitatif&nyaman diajak komunikasi nyambung.
Namanya aja yang rada serem+batak banget, tapi asyik juga kok.. jarang bgt ada direktur yang mau down to earth…
Biasa nya aja jadi kepala ruangan aja orang udah pongah bin belagu… lagaknya bisa selangit.
But, he’s so humble…
Mungkin karena sama2 orang Jakarta, anak UI juga, model pola berpikirnya sama dengan kami…
Chan+Manda karakter idealis… Kami bekerja bukan berorientasi materi…
Kerja adalah amanah Allah SWT yang harus diselesaikan.
Rizki udah disipkan, tinggal dijemput. Pasti…
Jadi kami putuskan. OKE DOK, KAMI SIAP KE MUBA.

Just 1 day after arriving at jambi…. Chan di telpon dr.Abdul Muthalib Rambe.. Beliau mengatakan kalau beliau direktur RSUD.Bengkalis, yang menawarkan kepada Chan untuk jadi SpRM disana.
Beliau dapat info&rekomendasi tentang Chan dari Depkes, karena mereka tahu masa kerja Chan di jambi bentar lagi berakhir…
Trus Chan bilang.. Wahhh… Terimakasih banyak atas tawarannya ya dok, tetapi mohon maaf sekali, saya tidak bisa untuk saat ini karena saya baru saja menerima tawaran dari RSUD.Sekayu untuk bertugas disana.
Dr.Rambe tanya berapa salary? Chan bilang dalam tawarannya 10juta dok.
Trus beliau bilang lagi, kami tawaran minimal 17,7juta lengkap dengan semua fasilitas untuk dokter spesialis.
Waduh dok, mohon maaf, bagi Chan, janji itu amanah, jadi saya harus penuhi janji saya dengan dr.Makson di RSUD.Sekayu.
InsyaAllah akan chan sampaikan ke pusat pendidikan di RSCM mungkin ada dokter spesialis rehabilitasi medik yang lain yang berminat ke Bengkalis.
Hhhhhhhhhmmmmmmm……. Cerita siy masih panjang banget…

Anyway, Chan+Amanda ke Sekayu via prosedur resmi di internet, banyak juga sejawat lain yang tertarik tapi batal karena melihat posisi sekayu yang di ujung dunia, in the middle of nowhere…

Start from milis dokter Indonesia, info from kobal, kami kenal dr.makson, trus tambah banyak pengalaman selama disana..

Terus terang, kami cuma pengen kerja nyaman, tanpa syak prasangka, tanpa rasa iri, tanpa rasa was2…

Karena idealisme kami, membuat kami berusaha memberi yang terbaik untuk pasien kami.

Ingat, kami tidak bisa dibeli, meski dibayar milyaran pun kalo kami tidak pas di hati maka kami pun tak mau tinggal di sekayu.
Profesionalisme kami dihargai dan difasilitasi, oleh karena itu kami setuju berkarya di sekayu.

Mozaic hidup kami sebagian diisi disini…

Gaya hidup yang beda, sifat orang yang beda, orientasi yang beda, cara kerja, visi-misi politik dll, membuka mata kami tentang dunia… semua tidak hanya hitam&putih saja.

Sekarang Chan+Manda udah kembali ke Jakarta, rutinitas yang kami cintai, pekerjaan yang kami junjung tinggi…

Selamat tinggal Sekayu, terimakasih atas semuanya…

Semoga semua yang telah dirintis disana oleh kami dan para sejawat pendahulu, juga oleh pak Alex, dr.Makson dapat dibuat lestari oleh para penerus, demi untuk tanah tumpah darah mereka sendiri.

Amin Yaa Rabbalalamin

Smile...... and something hidden behind a smile

What's hidden behind a smile…
Sweet & honest smile makes everyone looks charming & peaceful.

Hhmm… smile… senyum…
Memang, bila mengutip syair Raihan:
Senyum memang sedekah yang paling murah,
Senyum tanda sayang,
Senyum tanda cinta,
Senyum tanda perhatian,
Senyum di waktu duka tanda ketabahan,
Senyum juga tanda keimanan,
Meski senyum juga bisa disalahguna…

Dibalik senyum ada sejuta makna,
Senyum bisa menutup sejuta gundah gulana, tapi semua terbias jelas dari jendela mata, karena mata cerminan hati.
Senyum yang tulus dan ikhlas, tentu mampu menyebarkan energi positif ke sekitarnya…
Penawar duka, lara, penyeimbang jiwa dan menahan semua agar berjalan pada orbitnya…

Meski kala gundah, senyum terasa terjerat entah dimana, seperti dalam ungkapan Mustofa Bisri:

Bila kutitipkan dukaku pada langit, pastlah langit memanggil mendung…
Bila kutitipkan dukaku pada angin, pastilah angin menyeru badai…
Bila kutitipkan geramku pada laut, pastilah laut menggirung gelombang…
Bila kutitipkan dendamku pada gunung, pastilah gunung meluapkan api..
Tapi…
Kusimpan sendiri mendung dukaku, dalam langit dadaku.
Kusimpan sendiri badai resahku, dalam angin desahku.
Kusimpan sendiri gelombang geramku, dalam laut fahamku.


Hhhmm… kembali, tetap lah tersenyum, meski pahit di hati…
Hadapi semua dengan elegan…
Itu membuat kita jadi naik ke tahapan yang lebih tinggi…
Jaun di atas kontrol nafsu dan emosi…

Eventhough i feel pain inside, still… keep smilin’….
That’s way always there’s something hide behind a smile…
Look through the eyes n find the anwers…

At the end, I realize…
Hanyalah sang Khaliq, tempat ku mengadu yang paling sempurna…
Ya Shomad tempatku bergantung…
Ya Muhaimin, yang memelihara & melindungiku
Ya Nur yang menyinari setiap langkahku dengan keagungan-Nya.