Rabu, 27 Mei 2009

Hari Bebas Tembakau 31 Mei 2009


Bebas Tembakau?? Nggak mungkin.... ditanamnya saja di tanah air tercinta
Bebas Rokok??? Mungkin nggak ya....

Rokok saat ini sudah menjadi berhala-berhala sesembahan baru...
istilah TUHAN 9 senti memang ada benarnya...
mulai dari ulama, pemuka agama apapun sampai dengan petinggi negara juga menghamba padanya...

Sebel! Ya Pastilah, sebagai kaum non-smoker, alergi pula sama asap rokok, pengap dada terekspos asap yang luar biasa meneror....
Betul-betul siksa kubur yg diterima hidup-hidup di dunia...

4000 zat beracun yg terkandung di dalamnya...
masih pula berpikiran makruh atau haram...

Hari bebas tembakau 31 mei 2009
Yaa Allah, Yaa Rabbi, Yaa Muhaimin...
Lindungi kami dari segala hal yang merugikan.
Amin Yaa Rabbalalamin

Selasa, 21 April 2009

Workshop Pulmonary Rehabilitation in Chronic Respiratory Illness, Persahabatan Hospital

Foto Panitia (ki-ka):
dr.Alex (residen rehabmedik yg sedang stase di RSP), pak kiriyadi, yuli, mbak farah, mbak dewi, ibu ema, ibu hindun, ibu manda, pak huda, neng gita, pak dede
(harusnya siy ada Vidya.... cuma dia ulangan, hari itu dikampusnya.... kaciaaaan)

Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP.Persahabatan bekerjasama dengan PB.Perdosri dan tim Diklat RSP, mengadakan workshop mengenai integrative team approaches in pulmonary rehabilitation di ruang pertemuan lantai 3, gedung seruni, RSUP.Persahabatan
dengan judul:
"Pulmonary Rehabilitation in Chronic Respiratory Illness"
Kamis,16 April 2009

Alhamdulillah acara berlangsung lancar, dengan pembicara utama:
dr.Ratnawati,SpP
dr.Anita Ratnawati,SpRM

invited speaker: Mrs.Annie Berthiaume (Exercise Specialist)
Team RSP:
dr.Siti Chandra Widjanantie,SpRM
Tim Terapis: pak Dede, pak Kiriyadi, pak Sadoto, pak Huda, ibu Manda, ibu Hindun, mbak Dewi & mbak Farah

Sampai jumpa di Workshop selanjutnya......

Semoga acara sharing expertise yg sudah kita berikan dapat bermanfaat.

Amin Yaa Rabbalalamin

My dear family in Medical Rehabilitation Dept. Persahabatan Hospital


Kami dalam keseharian dgn seragan dinas ;)


Ini semua keluarga Chan di instalasi Rehabilitasi Medik RSUP.Persahabatan
dari kiri ke kanan:
dr.Dina Savitri Utomo,SpRM (mbak Dina)
dr.Siti Chandra WIdjanantie,SpRM (Chan)
dr.Anita Ratnawati,SpRM (inang Anita)
dr.Kisworowati,SpRM (ibu Ning)

hhhmm.... Alhamdulillah Chan bergabung dengan tim ini,
meski kerjaan banyak, dari hulu sampai hilir, berusaha kompak dengan tim dan saling mengisi.
Chan sayang mereka karena Allah SWT.
Mereka orangtua, senior dan kakak yg Chan sayangi.
Semoga kami senantiasa mendapat kemudahan dalam menjalankan tugas.....
Semoga Chan juga diberi kemudahan dalam menlanjutkan studi PhD
Semoga tim yg selanjutnya bergabung dengan kami adalah orang yang juga berdedikasi tinggi, mampu memegang amanah selaku SpRM di instalasi ini.

Amin Yaa Rabbalalamin

Sabtu, 07 Maret 2009

Catatan langkahku dua tahun silam…

Akhir 2007, menjelang masa tugas di jambi selesai…
Alhamdulillah sebentar lagi hutangku dalam menempuh masa bakti dokter spesialis di provinsi jambi sudah selesai.. Paripurna sudah masa wajibku.
Trus sahabatku bertanya, what’s next chan?
Langsung sekolah?... Hhhhm… mana mungkin, uang tabungan hancur berantakan… kan pulang fellow di jepang, ilmu ada di kepala, tabungan mah melayang..
Itu hot topic for us…. A-B-C-D-E yang ditugaskan di jambi.
Stand for:
A= Amanda
B= Badai
C= Chandra
D= Dicky
E= Eko

Trus… mas eko exit duluan, ninggalin kami adik2nya survive di bumi “satu koto Sembilan lurah”…
Kobal sahabatku bilang, Chan ada info dari webblog dr.Erik Tapan, ada open recruitment untuk dokter umum dan dokter spesialis di kabupaten Musi Banyuasin, untuk di tempatkan di RSUD.Sekayu.
Kami langsung komentar…
“Sekayu? Negara mana tuh”
Secara kami tinggal di provinsi jambi yang ternyata berbatasan langsung dengan provinsi sumatera selatan, tepatnya ya pada kabupaten musi banyuasin (muba) yang tetanggaan denga kabupaten Batanghari.
Selama di RSU. Raden Mattaher, Jambi sih kami sering mendapati pasien yang berasal dari desa bayung lincir (bali), desa sungai lilin…. Tapi kami tidak pernah terbayang bahwa daerah tersebut sudah masuk dalam wilayah sumsel..
Saat itu, ke Palembang pun kami belum pernah, kecuali mas eko, karena dia orang asli Palembang.
Trus kami mulai Tanya di sejawat di IDI wilayah dll…
Mayoritas berita sekayu :
“Mati dem asal top!”
Walah!!!! Gubraaakk!!!!
Apalagi ini, dibilang pusat produsen preman, daerah rawan, hati2… pikir beribu kali kalo mau kesana,.. kalo kesana tolong usahakan siang hari… banyak rampok… dll.
Ada juga yang bilang, lagi ada kampanye pilkada gubernur sumsel, itu tu, bupati sekayu namanya pak Alex Nurdin mau nyalonin diri jadi gubernur…
Trus kita nyeletuk, waah… masa di jambi kami dibawah pemerintahan gubernur bapak zulkifli nurdin, trus mau pindah ke pak alex nurdin…
Traveling from nurdin to nurdin… hehehe, itu hanya sekilas lalu…
Trus kobal kasih email, trus di milis dokter Indonesia juga ada open email tentang recruitment tenaga medis RSUD.Sekayu.
Dibilang kirim surat lamaran & cv ke dr.Makson Parulian Purba,MARS trus ntar akan dihubungi oleh beliau atau dr.Frans Abednego Barus,SpP.
Udah deh, disitu dikasih tahu kalo gaji fulltimer dokter umum 5juta, dokter spesialis 10juta dilengkapi dengan fasilitas.
Iseng kami send email , trus further more, Chan&Amanda dikontak sama dr.Frans, ternyat mereka memang senior2 kami waktu PPDS, alumni UI, jadi ya nyaman2 aja nyambung komunikasinya…
Trus waktu ke Jakarta, chan di telp dr.Makson, beliau fasilitatif banget sih, telpnya waktu chan lagi ada rapat di RSCM trus beliau bilang setting ketemu untuk diskusi tentang pelayanan rehabilitasi medik di sekayu.
Chan undang aja beliau datang berkunjung ke departemen rehabilitasi medik RSCM, dengan seijin kepala departemen saya, dr.Wanarani Aries,SpRM (bunda Winny).
Ehhhh, beliau diundang hari ini, trus bilang akan ke Jakarta besok pagi segera setelah dapat tiket pesawat.
Whuaaaah, serius niy…
Beneran, besok paginya, jam9an beliau sudah datang ke gedung rehabilitasi medik RSCM lantai 3, lalu tur keliling gedung lantai 5 sampai dengan fasilitas hidroterapi dan bengkel orthosis-prothesis, termasuk sempat menyaksikan proses pembuatan kaki palsu “live”.
Ternyata kata asisten beliau… dini hari, beliau nyetir sendiri dari sekayu ke Palembang yang menempuh waktu sekitar 3 jam, langsung ke bandara untuk onsite beli tiket penerbangan pertama ke Jakarta.
Busyet, niy orang… untung aja dapat tiket. Pan dadakan repot banget.
Trus dr.Makson bilang, oke dr.Chan gimana, kapan berkunjung ke sekayu, untuk lihat fasilitas dll, Silahkan berkunjung, akan kami tunggu.
Thanks dok, nanti chan koordinasi dulu dengan dr.Amanda, sahabatku, SpS, yang jadi soulmate ku selama road-tour di bumi sumatera…
Waktu berselang, …
Lalu Chan+Manda berkunjung ke Sekayu dengan persiapan hati, don’t panic karena menurut petuah para datuk di jambi, wong muba keras, kasar, dll…
Ternyata sampai disana..
Sekayu seperti Atlantis…
The Lost city inside a rural jungle….
Padahal sempet frustasi, jalan dari bajubang, tempino, bayung lencir… jeleeeeeeek banget, lubang segedhe dinosaurus….
Waduh, pasti pak gubernur gak pernah lewat sini!!!!
Sempet lihat truk sawit terguling trus terjadi ujan sawit yang menghambur kemana-mana…
Mana neng manda pake acara mau turun mobil megang sawit pula! Ampyun deh ;) Secar deg2an pula, karena kami pake Avanza biru telur bebek, mobil dinas andalan dr.Budi, SpOG yang tugas di RSUD.HAMKA (Haji Abdul Majid Batoe), Muaro Bulian, kabupaten Batanghari, alias tetangga manda, yang baiiiiiik banget… karena minjemin mobil plus supirnya.
Subhanallah, Allah SWT yang akan melimpahkan rizki & rahmat NYA untuk dr.Budi dan keluarga. Amin.

Finally, we arrive at Sekayu.
Dr.Makson telp waktu kami sampai di tembusan Bailangu, Epil, Lais..etc
Ternyata ada jalan tembus di sebelum jembatan sungai lilin tapi kami gak tahu,hehehe.
Trus kami diminta menghubungi sekretaris beliau, yang kedengarannya sih namanya mbak Fatimah…
Ternyata setelah sampai RSUD.Sekayu, nama beliau adalah Novita ;)
Hehehe, abis deh chan diprotes Amanda…
Sekayu tur dimulai, Chan diajak keliling semua ruangan, termasuk ke unit rehabilitasi medik dan ketemu Hero lagi ngorok di atas meja traksi, mbak sri lagi di atas matras momong bayi nya mbak wulan…
Ini RS atau Perumnas ya… hahaha, I never ever seen this kind of view…
Ini gara2 unit rehab gakpernah ada or teramat sangat jarang pasien, begitu kata mbak Fatimah ehhhh novita…
(Tenang, batin chan bilang, akan gue bikin rame bgt sampai semua gak ada yang istirahat. Hehehe, hal itu terbukti lho 2bulan kemudian Hero mengurus, mbak sibuk… anyway, chan sayang mereka karena ini keluargaku di sekayu, teman sinergiku dalam bekerja).
Kami sempat juga lihat pasien Rohsan yang amputee di Palembang, tapi minta rawat dengan dr.Abu, SpB di Sekayu karena dia tahu banyak program gratisan di sekayu karena ada Askes Muba, yang dipromosikan pak Alex untuk program kesehatan gratis rakyat muba. Pasien ini tinggal di Lalan, dekat dengan batas wilayah suku anak dalam , prov.jambi.
Dr.Makson, tanya saya tentang kemungkinan prosthesisnya.
Trus ketemu dr.Makson dikantor, trus beliau ajak kami keliling kota sekayu, traktir makan di restoran DMS, pamerin ke kami mall satu2nya seantero sekayu, lengkap dengan atm mandirinya.
Lalu kami istirahat di rumah beliau, ketemu dr.Sisca istri dr.Makson, lengkap dengan krucil2nya…
Trus beliau balik tanya kapan kami siap ke sekayu, mereka menunggu.
Balik ke Jambi, kami dikawal oleh dr.Makson&pak ipul, beliau nyetir sendiri.

Hhhhm, Chan+Manda diskusi….
Direkturnya fasilitatif&nyaman diajak komunikasi nyambung.
Namanya aja yang rada serem+batak banget, tapi asyik juga kok.. jarang bgt ada direktur yang mau down to earth…
Biasa nya aja jadi kepala ruangan aja orang udah pongah bin belagu… lagaknya bisa selangit.
But, he’s so humble…
Mungkin karena sama2 orang Jakarta, anak UI juga, model pola berpikirnya sama dengan kami…
Chan+Manda karakter idealis… Kami bekerja bukan berorientasi materi…
Kerja adalah amanah Allah SWT yang harus diselesaikan.
Rizki udah disipkan, tinggal dijemput. Pasti…
Jadi kami putuskan. OKE DOK, KAMI SIAP KE MUBA.

Just 1 day after arriving at jambi…. Chan di telpon dr.Abdul Muthalib Rambe.. Beliau mengatakan kalau beliau direktur RSUD.Bengkalis, yang menawarkan kepada Chan untuk jadi SpRM disana.
Beliau dapat info&rekomendasi tentang Chan dari Depkes, karena mereka tahu masa kerja Chan di jambi bentar lagi berakhir…
Trus Chan bilang.. Wahhh… Terimakasih banyak atas tawarannya ya dok, tetapi mohon maaf sekali, saya tidak bisa untuk saat ini karena saya baru saja menerima tawaran dari RSUD.Sekayu untuk bertugas disana.
Dr.Rambe tanya berapa salary? Chan bilang dalam tawarannya 10juta dok.
Trus beliau bilang lagi, kami tawaran minimal 17,7juta lengkap dengan semua fasilitas untuk dokter spesialis.
Waduh dok, mohon maaf, bagi Chan, janji itu amanah, jadi saya harus penuhi janji saya dengan dr.Makson di RSUD.Sekayu.
InsyaAllah akan chan sampaikan ke pusat pendidikan di RSCM mungkin ada dokter spesialis rehabilitasi medik yang lain yang berminat ke Bengkalis.
Hhhhhhhhhmmmmmmm……. Cerita siy masih panjang banget…

Anyway, Chan+Amanda ke Sekayu via prosedur resmi di internet, banyak juga sejawat lain yang tertarik tapi batal karena melihat posisi sekayu yang di ujung dunia, in the middle of nowhere…

Start from milis dokter Indonesia, info from kobal, kami kenal dr.makson, trus tambah banyak pengalaman selama disana..

Terus terang, kami cuma pengen kerja nyaman, tanpa syak prasangka, tanpa rasa iri, tanpa rasa was2…

Karena idealisme kami, membuat kami berusaha memberi yang terbaik untuk pasien kami.

Ingat, kami tidak bisa dibeli, meski dibayar milyaran pun kalo kami tidak pas di hati maka kami pun tak mau tinggal di sekayu.
Profesionalisme kami dihargai dan difasilitasi, oleh karena itu kami setuju berkarya di sekayu.

Mozaic hidup kami sebagian diisi disini…

Gaya hidup yang beda, sifat orang yang beda, orientasi yang beda, cara kerja, visi-misi politik dll, membuka mata kami tentang dunia… semua tidak hanya hitam&putih saja.

Sekarang Chan+Manda udah kembali ke Jakarta, rutinitas yang kami cintai, pekerjaan yang kami junjung tinggi…

Selamat tinggal Sekayu, terimakasih atas semuanya…

Semoga semua yang telah dirintis disana oleh kami dan para sejawat pendahulu, juga oleh pak Alex, dr.Makson dapat dibuat lestari oleh para penerus, demi untuk tanah tumpah darah mereka sendiri.

Amin Yaa Rabbalalamin

Smile...... and something hidden behind a smile

What's hidden behind a smile…
Sweet & honest smile makes everyone looks charming & peaceful.

Hhmm… smile… senyum…
Memang, bila mengutip syair Raihan:
Senyum memang sedekah yang paling murah,
Senyum tanda sayang,
Senyum tanda cinta,
Senyum tanda perhatian,
Senyum di waktu duka tanda ketabahan,
Senyum juga tanda keimanan,
Meski senyum juga bisa disalahguna…

Dibalik senyum ada sejuta makna,
Senyum bisa menutup sejuta gundah gulana, tapi semua terbias jelas dari jendela mata, karena mata cerminan hati.
Senyum yang tulus dan ikhlas, tentu mampu menyebarkan energi positif ke sekitarnya…
Penawar duka, lara, penyeimbang jiwa dan menahan semua agar berjalan pada orbitnya…

Meski kala gundah, senyum terasa terjerat entah dimana, seperti dalam ungkapan Mustofa Bisri:

Bila kutitipkan dukaku pada langit, pastlah langit memanggil mendung…
Bila kutitipkan dukaku pada angin, pastilah angin menyeru badai…
Bila kutitipkan geramku pada laut, pastilah laut menggirung gelombang…
Bila kutitipkan dendamku pada gunung, pastilah gunung meluapkan api..
Tapi…
Kusimpan sendiri mendung dukaku, dalam langit dadaku.
Kusimpan sendiri badai resahku, dalam angin desahku.
Kusimpan sendiri gelombang geramku, dalam laut fahamku.


Hhhmm… kembali, tetap lah tersenyum, meski pahit di hati…
Hadapi semua dengan elegan…
Itu membuat kita jadi naik ke tahapan yang lebih tinggi…
Jaun di atas kontrol nafsu dan emosi…

Eventhough i feel pain inside, still… keep smilin’….
That’s way always there’s something hide behind a smile…
Look through the eyes n find the anwers…

At the end, I realize…
Hanyalah sang Khaliq, tempat ku mengadu yang paling sempurna…
Ya Shomad tempatku bergantung…
Ya Muhaimin, yang memelihara & melindungiku
Ya Nur yang menyinari setiap langkahku dengan keagungan-Nya.

Rabu, 28 Januari 2009

NIKMATNYA BULAN ASYURA

Akan selalu ku ingat hari itu, 9 dan 10 Muharam, ku jalani puasa sunah Asyura, kubaca pula doanya:

Allaahumma yaa Mufarrija kulli karbin,
Wayaa mukhrija dzin nuuni yauma ‘aasyuuraa,
Wayaa jaami’a syamli ya’quuba yauma ‘aasyuraa,
Wayaa ghaafira dzambi dawuuda yauma ‘aasyuraa,
Wayaa kaasyifa dhurri ayyuba yauma asyuuraa,
Wayaa saani’a da’wati muusaa wahaaruuna yauma ‘aasyuuraa,
Wayaa khaaliqa ruuhi muhammadin shallallahu’alaihi wasallama yauma ‘aasyuuraa.

Ya ALLAH, Wahai Yang memberikan jalan keluar dari segala kesusahan,
Wahai Yang mengeluarkan Dzun Nuun pada hari Asyura,
Wahai Yang menghimpun semua keturunan Ya’qub pada hari Asyura,
Wahai Yang mengampuni dosa Daud pada hari Asyura,
Wahai Yang melenyapkan penyakit Ayub pada hari Asyura,
Wahai Yang mendengar seruan Musa dan Harun pada hari Asyura,
Wahai Yang menciptakan ruh Muhammad SAW pada hari Asyura.


Yaa rahmaanud dun-yaa wal akhirah,
Wa-athil’umrii fii thaa’atika wamahabbatika waridhaaka yaa arhamar raahimiin,
Wa-ahyinii hayaatan thayyibataw watawaffanii ‘alal islaami wal iimaani yaa arhamar raahimiin.

Wahai Yang Maha Pemurah di dunia dan di akhirat,
Panjangkanlah usiaku dalam taat kepada-Mu, mencintai-Mu dan mendapat ridha-Mu wahai Yang Maha Penyayang di antara Para Penyayang.
Hidupkanlah pula aku dalam kehidupan yang baik dan wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan Iman, wahai Yang Maha Penyayang di antara Para Penyayang.

Washallallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadiw wa’alaa aalihii washahbihii wasallam, wal hamdu lillahi rabbil ‘aalamin.

Dan Semoga ALLAH melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, dan segala puji bagi Tuhan semesta alam.

Kala ku pasrahkan semua masalah yang hadapi pada ALLAH SWT, kugantungkan semuanya kepada Yaa Shomad, lalu kubaca Al-Qur’an dengan segenap rasa tercurah lalu ke terlelap tertidur….
Subhanallah, sinaran putih Yaa Nuur, kerasakan membungkus tubuhku…
Menyapu semua sesak di dada dengan kejernihan Yaa Muiz…
Melapangkan hati dengan Yaa Basith dan Wasii’ sehingga semua terasa ringan…
Melembutkan jiwa dengan Yaa Latiif – Mu Yaa Rabbii…
Subhana Malikul Quddus…
Lalu ku terbangun dari tidur lelapku….dan ku tersungkur menangis penuh syukur kehadirat-MU….
Ku Tahu hanya engkau yang tidak pernah meninggalkan aku.
Betapa Yaa Rahmaan & Rohiim – Mu selalu bersamaku.
Yaa Muhaimin-Mu selalu memeliharaku…
Yaa Waliyy – Mu selalu melindungi dan menjagaku…
Maka ku jelang hariku dengan tegak dan ringan tanpa beban.
Janji – Mu lah yang Haqq…
Yaa Raqqiib, yang Maha Penyimpan Rahasia, karena engkau akan membuat semua menjadi indah dan sempurna tepat pada waktunya….
Engkaulah yang Maha Berhitung yang mengatur segalanya diluar jangkauan kami hamba-Mu yang hina, wahai Yaa Hasiib.

Ya Allah Yaa Tuhan Ku…
Astagfirullahaladzim…
Ku Mohon Ampunilah dosa-dosa hamba-Mu ini,
Lindungilah aku, keluargaku, kerabatku, sahabatku, serta orang2 yang sayang kepadaku.
Jauhkan kami dari marabahaya, hal yang buruk dan yang tidak bermanfaat…
Yaa Wahab, Yaa Rozzaq, Yaa Ghoniyy, Yaa Mugni, karuniakan kami rizki dan kekayaan yang halal dan berkecukupan untuk hidup layak dan saling berbagi…

Perjumpaan dengan Mu adalah pasti…
Mohon persiapkan kami untuk memperbaiki diri sebelum perjumpaan dengan-Mu.
Salam rindu kami, salawat dan salam tercurah untuk kekasih mulia-Mu, junjungan kami, nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat.

Hasbunallah wani’mal wakiil..
Ni’mal maula wa ni’man nassiir
La qaula walaa quwata illa billahi alliyil adziim.

Amin Yaa Rabbalalamin.

CINTA & PERKAWINAN

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya? "
Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta"
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun. Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"
Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut.
Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting - ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya "
Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"


Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya? "
Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana.
Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja.
Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"
Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong.
Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.
Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"
Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan.
Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.


Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta.
Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya,
Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuat kita tertarik,
Itu bukan pilihan itu kesempatan.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan.. Itupun adalah kesempatan
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.....

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi Itu adalah pilihan

Bahkan ketika kita menyadari Bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik,pandai, dan kaya Daripada pasangan kita dan tetap kita memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan ....
Perasaan cinta, simpatik, tertarik. Datang bagai kesempatan pada kita..

Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang Mungkin
sangat tepat : Nasib membawa kita bersama.
Tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil .

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada....
Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untuk kita Tetapi tetap berpulang pada kita untuk melakukan pilihan apakah kita ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya atau tidak ......

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, tetap mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita adalah pilihan yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai.
TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang Sempurna.